Wednesday, January 16, 2013

Harus Kuat ! ( Defeat the fear ! )


Day 3 !

Ini hari ke 3 aku kembali lagi ke RS umum buat pemeriksaan ‘ini’ dan ‘itu’. Cape iya, tapi semangat tetap ada. Hehehe…, Hari ini, seperti biasa, ‘perjalanan’ kami masih didampingi sama oma.

Dan tujuan pertama adalah: ruangan laboratorium buat periksa darah.

Pas naik ke lantai 2 ( laboratorium ) buset dah udah buanyak amat pasien yang ngantri disana =.=’’. trus, baru aja mau masuk ruangan, tiba-tiba Hp bunyi. Ternyata yang telpon itu dokter yang kemarin.

“hallo, selamat pagi. Ini dengan yanne ?”

“iya, ini dengan siapa ? (maklum, kan aku ngga save no mereka, tapi no aku udah ada sama mereka.)

“ini dengan dokter *NN* yang kemarin, masi ingat kan ?”

“ohh iya dok, ada apa ya ?”

“hari ini ke RS kan ?”

“iya dok, ini aku udah ada di RS.”

“ohh iya, kalau begitu aku tunggu ya diruangan kemarin kita ketemu.”

“iya dok, tapi aku priksa darah sama foto ronsen dulu ya baru ke sana ?” ( dalam hati : “ngebet amat ni dokter ketemu aku, padahal kan mereka juga yang nyuruh buat cek darah sama foto ronsen ? aja-aja ada deh =.=!” )

“ohh iya yann, tapi setelah itu langsung ke ruangan saya ya .”

“ok dok J

Next ….
Karena oma adalah pegawai RS itu, jadi bisa dibilang hampir semuanya dimudahkan. Aku tinggal ‘ngekor’ oma aja kemana pun oma jalan. Hehehe…dan pas masuk ke ruangan pengambilan darah, aku pertama disuruh duduk tentunya sama oma.

Kemudian oma ‘bisik2’ sama seseorang didalam ruangan itu ( cowo ganteng bow !!! >.< haha :P ) dan ngga nunggu lama, si cowo ganteng yang ber’senjata’kan jarum suntik itu berjalan ke arahku ( mate aku, jarumnya bakal masuk nembus kulitku. Tapi matanya itu loh, menembus jauh kedalam hatiku..deg..deg..deg..deg,...wkwkwk…:p )

“maaf ya, tolong diangkat tangannya.” Kata si ‘jarum’ ganteng sambil mengikat lengan tanganku. Dia kemudian membuka jarum suntik, kemudian menancapkanya dengan indah di tanganku. “aku tusuk ya.” Katanya ( dalam hati : “ tusuk aja dah, lagian matamu udah lebih dahulu menusuk hatiku..wkwkwkwk…:p Weekkss..>.<! )

Ok , cukup adegan romansa ditengah ‘darah’ itu. Kaga penting bow ! hehehe..:p

Next room : ruang foto ronsen.

Seperti sebelum-sebelumnya, berkat oma semua jadi lebih mudah ( and GOD of cours ). Aku langsung masuk kedalam ruangan ‘pemotretan’ buat foto ‘whole body’ seperti yang di anjurkan oleh para dokter itu.

Nah , buat sodara-sodara yang sebelumnya pernah melakukan foto ronsen, pasti tau kan proses & persyaratannya gimana ? ( maaf ya :p ) NAKED !

Jiaaaaahhhhhhhh….!!!! Sumpah, aku mau kabur,  mau ‘mati’, mau ngilang, maunya ngga ada disitu..:’( :’( :’( huuuaaahhhh…., masa yang foto laki-laki trus aku harus ‘Naked Chest’ ?
Ngga banget, ngga mungkin dan yang terlebih penting, AKU NGGA MAU ! :’( *malu* >.<!

Tapi namanya juga proses, mau ngga mau, harus mau..:’(  akhirnya, dengan terpaksa…, aku buka dah…huuaaaa…>.< ! *malu banget*
Kalau ngga salah,  ada  4-5 kali di ambil fotonya. Dimulai dari dada *memalukan* >.<!, trus pinggul, trus ada juga yang disuruh mengarah ke samping sampai dua kali.

Trus si tukang foto itu, ternyata cerewetnya minta ampun. Udah tau aku itu dalam kondisi malu yang membabi buta, diam aja kenapa sih ? ini malah ngajak ngobrol, santai pula ngobrolnya, hedehh..-.-!

“memang kenapa kok bisa patah tulang terus ?”

“ya karena tulangku rapuh.” ( rada-rada berat juga sih jawabnya, soalnya kan aku maunya dia ngga nyapa2 gitu.*masih malu* )

“ohh.., kayanya dokter-dokter itu udah ‘nangkap’ kamu ya, soalnya banyak juga yang harus di foto.”

“iya, mereka mau tau apa ada masalah pada perkembangan tulang aku.” ( kali ini aku udah mulai santai jawabnya.*tapi tetap malu* )

“ohh gitu ya, waahh kenapa kamu bisa keseringan patah tulang ya? Apa kamu sering main bola kaki ? sayang kan, cewe cantik tapi sering patah tulang.”

Dalam hatiku : “aduuh, bawel amat dah ni orang, mana aku tahu kenapa bisa sering patah tulang ? kalau aku tahu juga aku ngga akan periksa ke sini ? dokter2 aja ngga tau, makanya mereka nyuruh kamu foto paaakkk…>.<!”

“hehehe…*ketawa paksa* aku ngga pernah main bola kaki, tapi kalo nonton bola kaki sering. Memang ada hukum yang larang kalau cewe cantik ngga boleh patah tulang ? namanya juga nasib pak, jalani aja.”

“hahaha…, iya ya.”

Dalam hati lagi : “bawel ah !” hahaha..:p

Tapi jujur aja, waktu aku berada di ruangan foto itu ( karena ini ruangan yang berbeda, lebih gede pula.) aku ketakutan setengah mati.
Entahlah, aku merasa takut ketika ‘sinar2 X’ itu mulai menyinari tubuhku berkali-kali. Aku ingin sekali menangis saat itu ( tapi bukan karena malu ya :p ) entah kenapa aku merasa seperti anak kecil yang ditinggal sendiri di sebuah lapangan kosong yang ngga ada orangnya. Padahal di ruangan itu ada mama ( seharusnya hanya pasien yang boleh berada di dalam, tapi karena ada oma jadi mama bisa ikut masuk.) belum lagi ruangan itu dinginnya minta ampun, ditambah lagi aku harus tidur’an di atas tempat tidur yang 2kali lipat dinginnya dari ruangan itu dengan keadaan (maaf) setengah telanjang.

Pada alat yang menyinari tubuhku itu, aku bisa melihat pantulan dari wajahku sendiri. dan aku semakin ingin menangis melihat gambar diriku sendiri. dalam hati aku berkata : “kenapa kamu jadi kaya gini sih yann? Berapa lama lagi ini akan berakhir ? apa yang akan terjadi sama kamu setelah ini ?”

Air mataku seperti ingin ‘berlarian’ keluar. Akan tetapi ketika pandanganku beralih pada seseorang yang dengan setia berdiri mendampingiku, mengawasiku dari jauh. Aku tahu dan menyadari, bahwa aku harus kuat !
‘kutelan’ semua kesedihan dan air mata yang hampir ‘lolos’ dari kedua mataku dan tersenyum padanya, pada mama. Aku harus kuat untuk membesarkan hatinya, untuk meyakini dan menunjukan pada mama kalau aku baik-baik saja dengan semua ini.

Aku kemudian kembali melihat bayangku di dalam alat itu, dan mulai membesarkan hatiku sendiri. “kau putri kesayangan Bapa, Dia ada disini, menemanimu, menguatkanmu. Jangan takut lagi, ingat janji-Nya, ingat kata-kata-Nya : (“kuatkan & teguhkanlah hatimu!”) Dia tidak pernah meninggalkanmu, jadilah kuat yann, jadilah kuat !”

Kemudian aku ingat satu lagu dari regina pangkerego “Ku dapatkan yg terbaik” dan menyanyikannya dalam hatiku.

Aku percaya ku dapatkan yg terbaik,
Aku percaya kudapatkan dalam hidupku,
Aku percaya kudapatkan yg terbaik,
Terbaik dari-MU !

Kupuji Haleluya,
Haleluya, syukur hanya bagi-Mu
Haleluya, Haleluya., bagi-Mu Yesus !

Aku bisa kembali tenang dengan semua itu. Puji Tuhan !

dan setelah foto ronsen itu selesai, aku dan mama kembali ke ruangan dokter yang kemarin. Di sana dokter itu sudah menunggu, dan setelah aku datang dia memberikan satu kertas untuk aku tanda tangani ( untuk proses pengobatan itu ) dan setelah menandatanganinya, aku diantar dokter itu ke ruangan terapi seperti kemarin.

Terapi masih sama, dengan posisi tengkurap , kaki atau lutut kiriku di beri ‘sinar’ yang rasanya sih hampir kaya kita berjemur dibawa terik mentari pagi. Dengan waktu terapi yang juga masih sama, 15menit. Dan selama 15menit itu juga, aku masih terus menyanyikan lagu yang sama didalam hatiku, karena aku tidak ingin memberi kesempatan pada rasa takut dan kekawatiran untuk menguasai hatiku lagi.

Dan setelah waktu terapi itu selesai, penjaga diruangan itu membawa berkas-berkasku ke ruangan sebelah ( ruangan pembuatan korset kaki.) yang ternyata tidak seharusnya dibawa kesitu.
Nah, pas aku sama mama udah ada di ruangan pembuatan korset itu, perawat disitu kan minta foto ronsen kaki aku yang kemarin, trus mama bilang ada sama dokter di ruangan sebelah, ditahan sama mereka. Trus si perawat kemudian pergi ke ruangan dokter buat ngambil foto ronsen itu.
Sementara nungguin si perawat, aku kembali di tanya-tanya sama perawat lainnya di ruangan itu. dia terlihat tegang saat membaca riwayat pengobatanku.

“jadi kamu pernah ngalamin patah tulang 17kali ?” tanyanya dengan muka heran plus terkejut. Hahaha…

“iya.., itu juga baru kira-kira, soalnya aku udah lupa. Kemungkinan lebih dari itu ?”

“apa? Astaga !”

Dalam hati : “hahaha…, biasa aja pak, ngga sampe Wow gitu :P”

Disaat sedang asik ngobrol, tiba-tiba perawat yang pertama datang dengan diikuti salah satu dokter.

“kita kesebelah dulu ya, pembuatan korsetnya di tunda dulu. Nanti yanne jalani terapi penyinaran itu dulu, kita liat hasil pemeriksaan darah sama hasil foto ronsen seluruh badan. Baru kita bakal ambil tindakan lebih lanjut lagi.”  Kata dokter itu menjelaskan.

“ohh, gitu ya dok. Maaf sebelumnya, aku ngga tau kalau harus kesebelah dulu soalnya tadi aku cuman ikut sama perawat dari ruangan rehabilitasi buat kesini.”

“iya ngga apa-apa, nanti yanne kesebelah dulu ya, soalnya masih ada yang harus saya tanyakan lagi. Ngga apa-apa kan ?”

“ohh ngga apa-apa dok.” Dalam hati aku: “apalagi seh dok ? kenapa juga korsetnya belum bisa di buat ? hajuuu…=.=!

Setelah sampai di ruangan mereka ( para dokter.) aku di suruh tengkurap lagi. Kaki aku disuruh ditekuk, diluruskan, ditekuk, dan diluruskan lagi. Setelah itu, aku disuruh ‘footprint’ lagi, mereka masih mempermasalahkan hasil ‘footprint’ yang normal dengan bentuk telapak kakiku yang ‘menurut’ mereka tidak normal.Kemudian mereka tanya-tanya lagi soal dimana aku merasakan sakit, aku jelasin lagi, lagi, dan lagi.

Tetapi pendapat mereka masih sama kaya kemarin. “bukannya kaki kanannya yang terlihat lebih parah ? tapi katanya itu ngga sakit, tapi justru, kaki kirinya yang sakit sekali kalau dia berjalan jauh atau duduk kemudian berdiri.” Itulah kata-kata yang bisa aku dengar dari pembicaraan mereka. ( aku benar-benar udah bikin ‘kacau’ ruangan mereka wkwkwk..:p )

“yanne masih bisa kan balik lagi besok? Rumahnya tidak jauh kan dari RS ini ?”

“iya dok, bisa kok.”

“iya, soalnya besok yanne masih harus diterapi lagi. Trus kita juga mau lihat hasil tes darah sama foto ronsennya. Biar kita bisa mengambil tindakan yang tepat buat yanne.”

“iya dok.”

Setelah memberikan sedikit penjelasan, dan ‘memastikan’ aku akan kembali lagi ke RS. Dokter itu kemudian memperbolehkan aku untuk pulang.
Huaa…, akhirnya pulaaaang :D aku pikir bakal ditahan lebih lama lagi, tapi ternyata ngga..hehehe…:p

Demikianlah , day 3 dengan segala suka dukanya. Dan besok, besoknya lagi, dan besok-besok yang seterusnya ( I duno until when ? )  masih akan ada hari-hari dimana aku menyusuri lorong RS itu dengan penuh semangat, kadang dengan perasaan cape, kadang dengan rasa takut yang luar biasa, akan tetapi tetap didalam penyertaan-Nya !

So, tetap semangat, tetap kuat, tetap ceria, tetap bersyukur, dan tetap bersuka cita didalam segala hal. Terus klaim janji-janji-Nya setiap hari, setiap waktu yang berlalu. Harus bisa, pasti bisa ! :D

So.., GOD Bless u all J

No comments:

Post a Comment