Saturday, October 27, 2012

Commitment in a Relationship and The role of GOD in it !


“ Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”
( Kejadian 2:21-24 )



Pernikahan….,

Sesuatu yang sakral dan tentu saja menjadi impian setiap manusia yang memuja cinta. Ada yang menanti seumur hidupnya untuk menemukan cinta, tapi ada juga yang dengan begitu mudahnya menemukan cinta tanpa sebuah rintangan yang berarti.  Pertanyaannya, apa yang bisa membedakannya ? nasib ? cara menjalani ? atau mungkin memang dari kita sendiri yang memilih untuk segera atau menundanya ?

Mungkin benar hal itu datang dari pilihan kita masing-masing, atau mungkin juga ada permainan nasib, The Lucky or UnLucky ?

I don’t know ? for me, Its always been a mystery ?

Selama ini, didalam perjalananku yang panjang untuk menemukan seseorang yang special, banyak hal yang telah aku jumpai tentang cara sebagian orang untuk menjalani hubungan pernikahan mereka. Yang pada akhirnya membuat aku mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum memutuskan untuk berkata “YA” pada seseorang. Bukan karena aku menginginkan seseorang yang sempurna, NO ! tapi agar kelak aku bisa menjadi seseorang yang bisa mengerti dan memahami pasanganku dikarenakan pengalaman dari orang-orang terdekatku itu. atau dengan kata lain, mengambil pelajaran penting dari yang sudah lebih dahulu menjalani sebuah pernikahan.

Kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika membangun sebuah rumah tangga pada sebagian orang yang aku kenal, membuatku terus menerus mempertanyakan kekuatan cinta mula-mula yang telah mendorong mereka untuk bersama ? jika awalnya begitu yakin, lalu kenapa harus terjadi sebuah perpisahan ?

Ada beberapa faktor yang aku pikir ( menurutku ya, tau yang lain haha :p ) sangat berperan penting dalam membangun sebuah rumah tangga, namun dilupakan ( atau mungkin dikesampingan ? ) hanya karena terdorong perasaan cinta yang maunya untuk segera hidup bersama. Yang tanpa disadari, faktor-faktor ini lah yang justru berperan penting ketika rumah tangga itu mulai dijalani.

1.   Melibatkan ALLAH dalam setiap hubungan!

Pernah dengar ungkapan seperti ini : “Kalo pacaran, dunia serasa milik berdua. Yang lainnya ngontrak !”  ironisnya, bahkan ALLAH yang menciptakan dunia pun tidak di bawa masuk kedalam hubungan yang sedang mereka jalani karena teralu asik dengan romansa yang tengah melanda ! *ce ile bahasanya wkwkwk* atau kata lainnya sang ‘pencipta & pemilik’ dunia pun berasa kaya ngontrak juga. Sama sekali ngga pernah dimintai pendapat tentang pasangan yang tengah dekat dengan mereka. Kalaupun doa, yang ada doanya jadi kaya gini ni..: “…ya Tuhan…, kalo dia jodohku persatukanlah kami.., tapi…kalo dia bukan jodohku maka buatlah dia menjadi jodohku…amiiin” udah gitu doanya ditujukan untuk pacar orang lain pula !…jiaaahhh  =.=’…#parah…hahaha….( kalo aku nyebutnya sebagai doa : *jadilah kehendakku sendiri*..hahaha :p )

#intinya, libatkanlah ALLAH dalam setiap hubungan yang sedang kita jalani, doa dengan sungguh, minta Roh Kudus untuk menuntunmu dalam menilai calon pasanganmu itu. jangan pernah memaksakan kehendakmu sendiri hanya karena terlanjur sayang. Jika memang dia bukan yang terbaik, minta Tuhan untuk menunjukannya.

Masih pada ingatkan kisah Ishak & Ribka ? bagaimana Tuhan membantu hamba abraham untuk menunjukan istri yang tepat bagi Ishak ? saat itu pada awalnya hamba yang di utus abraham sempat ragu dan bingung bagaimana menemukan wanita yang benar untuk Ishak ? inilah yang di lakukan oleh hamba abraham itu : Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham.” ( Kejadian 24:12)

Yuup…, dengan berani hamba itu meminta petunjuk dari Tuhan ( karena ketidaktauannya. ) dan hamba itu pun menerima jawaban dari Tuhan dengan datangnya Ribka sambil memberikannya minum, persis seperti tanda yang hamba itu minta dari Tuhan . “Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.” ( Kejadian 24:13-21 )

Sama seperti yang dilakukan hamba abraham itu, kiranya kita yang saat ini sedang mencari atau bahkan yang saat ini sedang menjalani hubungan dengan seseorang, mau melibatkan ALLAH dan meminta petunjuk dari-Nya.
karena sama seperti hamba abraham itu, yang dalam ketidaktauannya dengan berani datang meminta petunjuk dari Tuhan, kita pun tidak tau siapa yang terbaik untuk kita kalau kita tidak meminta petunjuk dari ALLAH.
Remember, GOD save you for someone better ! Jadi, jangan pernah lupa untuk melibatkan ALLAH dalam setiap hubungan yang akan, sedang, dan mungkin yang kelak akan kita jalani. J


2.    Kejujuran & Kebohongan!

Sudah kah kamu jujur terhadap pasanganmu saat ini ?

Nah ! pertanyaan penting tuch, kudu dijawab, jangan cuman bisa garuk-garuk kepala sambil gigit bibir bawah trus bilang “hmm…, gimana ya..???” sambil menampakkan wajah pura-pura bego ! hahaha…

Dari pengamatanku selama ini, entah itu dari teman atau keluarga terdekat yang sudah terlebih dahulu menjalani kehidupan berumah tangga, hal yang paling sering mendatangkan kesalah pahaman bahkan pertengkaran hebat adalah, karena tidak bersikap jujur terhadap pasangan dan membagi kebohongan menjadi dua bagian, yaitu : Kebohongan besar & Kebohongan kecil ! yang terinspirasi dari sikap membiasakan diri dengan Dosa besar & Dosa kecil !
 ( aku nyebutnya, KOMPROMI SAMA DOSA ! dosa ya dosa ngga ada ukurannya, mang baju ? :p )

Kejujuran itu bagiku adalah sikap yang harus dilatih , bukan pilihan ! karena jika kejujuran adalah sebuah pilihan, maka pilihan itu sewaktu-waktu dapat berubah pada sebuah kebohongan, orang memilih karena disitu ada dua pilihan kan ? memiih karena ada beberapa pilihan, makanya disebut memilih !

Berbeda dengan melatih sikap, melatih berarti hanya ada satu tujuan untuk diraih. Yaitu berhasil menguasai sesuatu yang sedang kita latih, jadi jika kita melatih diri kita untuk jujur pada hal terkecil sekalipun, maka pada saat kita dihadapkan pada pilihan untuk jujur atau berbohong, disaat itulah kita dapat menggunakan keahlian kita untuk : Terus berkata jujur !

Kebanyakan anak-anak muda jaman sekarang, karena ingin membentuk image anak baik-baik dimata pasangannya, mereka memilih untuk berbohong. Pas sms’an sama pacar ditanya: “ yank, lagi ngapain?”  -dibales-  “baru pulang dari youth sayang”  padahal di tangan masih megang belanjaan hahaha…:p

#Jangan pernah menganggap kebohongan kecil tidak dapat menimbulkan masalah yang besar, kar’na jika kita membiasakan diri untuk berbohong dengan anggapan “ toh ini bukan hal yang besar, jadi ngga apa2 kalo ngga jujur!”  kebohongan tetaplah kebohongan ( Dosa ) dan untuk menutupi kebohongan kecil, maka mereka akhirnya harus membuat sebuah kebohongan yang jauh lebih besar ! ( ini nich yang bikin seneng si iblis ! )

Jika gebetan, pacar, atau suami/istri kita nelpon/sms nanya tentang keadaan kita, apa yang sedang terjadi, atau apa yang sedang kita lakukan, jawablah dengan jujur ! latih diri kita untuk jujur pada pasangan kita dalam hal terkecil sekalipun, meski mereka ngga liat apa yang sedang kita lakukan. Mau kita lagi kerja, makan, tidur, nonton, atau bahkan sedang main sama Toke’ sekalipun, kita harus tetap jujur mengatakannya !

Jangan lagi nonton, bilangnya lagi baca Alkitab, lagi nyanyi K-Pop bilangnya lagi dengerin TW hahaha…ngga boleh gitu  coy…yang ada pas kalian udah jadi suami istri pasanganmu bakal kaget, “WAH ! ternyata istri/suami ku aslinya ngga seperti waktu pacaran dulu, ternayata dulu cuman “iklan” doank !” hahahaha…..

Ingatlah satu hal, Tuhan sangat mengasihi semua umat-Nya yang mau bersikap jujur ! tidak perlu takut untuk tidak bisa berkata jujur, teruslah bersandar  pada-Nya, minta hikmat untuk bisa berani berkata jujur, karena Tuhan lah yang memberikan hikmat.
seperti yang tertulis didalam kitab  Amsal 2:7-10:

“ Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,
sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia.
Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.
Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu.”




3.   Kepercayaan, Pengampunan & Komitmen !


Percayakah kita pada pasangan kita ?

Jika iya, bagus. Jika tidak, kenapa ? apa yang membuat kita tidak memiliki kepercayaan sepenuhnya pada pasangan kita ?

Hal ini sebenarnya masih berkaitan dengan point sebelumnya tentang kejujuran dan kebohongan. Sekali kita kedapatan bohong, maka disaat itu juga kepercayaan pasangan terhadap kita pasti langsung hilang. Bener kan ?

Jadi, jika dari awal kita tidak memulai dengan kejujuran tetapi dengan sebuah kebohongan, maka hubungan yang kita jalani hanya akan diisi dengan rasa curiga dan saling tidak percaya terhadap pasangan masing-masing. Lalu apa yang bisa diharapkan dari sebuah hubungan yang tidak memiliki rasa saling percaya satu sama lain ?

Belum lama ini, aku menjadi pendengar ‘setia’ dari curahan hati salah seorang kenalanku. Hampir setiap malam dia cerita bagaimana dia begitu terluka akibat perselingkuhan yang suaminya lakukan. Parahnya , bukannya belajar untuk mengampuni suaminya, dia justru membalas perlakuan suaminya itu dengan berselingkuh juga.
Suaminya mengetahui perbuatannya, mereka pun bukan hanya saling adu mulut tapi udah naik level jadi adu kaki sama tangan a.k.a Karate Couple !

Tapi karena ngakunya masih cinta ( kekuatan cinta mang dahsyat yaa !dari sayang2anjotos2an – balik lagi sayang2an, hedeehh -.-“ ) mereka memutuskan untuk saling memaafkan, tapiiii tidak melupakan !

Dihadapan keluarganya, mereka terlihat baik-baik saja, tapi setiap kali ada beda pendapat sedikit saja, satu-satu udah mulai ngungkit tentang perselingkuhan itu. Kenalanku ini, dengan jujur bilang padaku kalau dia masih sangat menyayangi suaminya, tapi dia tidak bisa mengampuni dan mempercayai suaminya lagi. ( mungkin suaminya juga begitu kali ??? ). Rasa saling percaya diantara mereka udah ‘hancur’, dan itu yang membuat mereka saling mencurigai satu sama lain.

T’rus aku tanya, kalo masih saling mencintai tapi tidak bisa mengampuni dan melupakan kesalahan masing-masing , apa kamu mau hidup selamanya sampai tua dengan suamimu tapi dengan keadaan seperti ini ( berantem terus ) ?

Jalan terbaik ( satu-satunya ) untuk menuju pada sebuah pemulihan diri dan hubungan pernikahan adalah dengan mengampuni.

#Berani buat keputusan, ambil tindakan untuk memulai lagi dari awal, toh selalu ada tawa setiap kali duka berlalu ? *ampuuung bahasa na #tampar  pipi sendiri, prook..wkwkwk*  

Sukacita akan selalu mengalir didalam hati yang mengampuni ! percaya atau tidak, itulah kebenarannya ! jika pasangan kita berbuat salah, besarkan hati untuk mengampuni ( jangan malah membalas hal yang sama ya…No..No..No !!! ) minta Roh Kudus untuk membantu kita agar bisa mengampuni dengan tulus.

Tidak mudah memang tapi bukan berarti itu mustahil kan ? seperti yang tertulis didalam kitab Lukas 6:37 : 
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”

Jangan pernah mengatakan kita menyesal karena telah memilih dia sebagai pasangan hidup kita. Tidak ! sebaliknya kita harus bertanggung  jawab dengan pilihan yang sudah kita buat untuk hidup bersama.  Jika didalam hubungan itu terjadi kesalahan, maka perbaikilah sama-sama.
Ingat kembali komitmen yang telah kita buat dihadapan Tuhan untuk selalu sama-sama, baik susah atau pun senang, sehat atau pun sakit !

Cinta mungkin mudah terkikis oleh perasaan sesaat, goda’an, jarak, bahkan waktu. Tapi komitmen lah yang mengikat cinta itu sendiri agar tetap bertahan.
Ingat kembali komitmen awal yang kita buat untuk rumah tangga itu sendiri, dan jangan pernah sekalipun kita berkata menyesal atas pilihan yang kita buat, karena memilih bukan lah hal yang sulit, tapi bertahan pada pilihan itulah yang tidak mudah untuk dilakukan.

Hubungan yang baik adalah hubungan dimana ada ALLAH yang terlibat didalamnya, yang didasari kejujuran, yang didirikan dengan kepercayaan terhadap satu sama lain, selalu memiliki hati yang mengampuni, dan tentu saja yang terus menerus menjadikan komitmen awal sebagai arah pulang ketika waktu mulai mengikis rasa yang ada.

Buat yang saat ini tengah mengalami masalah didalam pernikahannya, jangan pernah menyerah apalagi menyesali semuanya. Tetap jalani semuanya dengan iman dan terus meminta pemulihan terjadi didalam pernikahannya. Ingat selalu komitmen awal pernikahannya.

Dan buat yang masi jomblo  a.k.a  single, terus berdoa, terus libatkan ALLAH dalam setiap hubungan yang akan kalian jalani, dan jangan pernah merasa lelah untuk menemukan pasangan yang terbaik untuk kita.
Karena Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anak-anak-Nya yang mau datang meminta. Kita hanya perlu menemukannya ! karena Dia sudah menyiapkan, terus berdoa dan minta petunjuk, maka Tuhan sendirilah yang akan menuntun kita pada pilihan-Nya yang terbaik.

So…, I just wanna say : keep pray, pray, and more pray until GOD answer your prayer ! J


“ Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
~Markus 10:6-7~







No comments:

Post a Comment